Hisyam bin Abdul-Malik
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Hisyam bin Abdul-Malik (691–743) ialah Khalifah Bani Umayyah yang berkuasa dari 723 sampai kematiannya pada 743.
Mewarisi kekhilafahan dari saudaranya Yazid II, Hisyam menguasai khilafah dengan banyak masalah berbeda. Ia akan, bagaimanapun, berhasil in attending to masalah-masalah itu, dan memberikan Khilafah Umayyah berlanjut sebagai negara masa pemerintahannya yang panjang merupakan yang berhasil, dan memperlihatkan kelahiran kembali perbaikan yang dirintis Umar bin Abdul-Aziz.
Seperti saudaranya al-Walid I, Hisyam merupakan pelindung seni yang besar, dan ia kembali mendorong seni di negaranya. Ia juga mendorong pengembangan pendidikan dengan membangun banyak sekolah, dan barangkali yang terpenting, dengan mengawasi penerjemahan sejumlah karya besar sastra dan ilmiah ke dalam bahasa Arab. Ia mengembalikan penafsiran sempurna Syari’at sebagaimana Umar telah melakukannya, dan menjalankannya, sama terhadap keluarganya sendiri. Kemampuannya mendirikan garis keturunan Umayyah mungkin telah merupakan faktor penting keberhasilannya, dan mungkin menunjukkan mengapa saudaranya Yazid tak efektif.
Di bidang militer, Hisyam mengirimkan pasukan mengakhiri pemberontakan Hindu di Sind, dan berhasil saat penguasa Hindu Jai Singh terbunuh. Ini mengizinkan Bani Umayyah menegaskan kembali kekuasannya atas provinsi di India. Di Spanyol, perseteruan dalam negeri dari tahun-tahun terakhir itu berakhir, dan Hisyam mengirimkan pasukan besar yang berangkat ke Prancis. Walau awalnya sukses, mereka dikalahkan dalam Pertempuran Tours (Balat asy-Syuhada) oleh Charles Martel. Bagaimanapun, Khilafah Islam melanjutkan menguasai Spanyol. Di Afrika Utara, pemberontakan besar Berber ditumpas, dengan tewasnya ratusan ribu pemberontak. Kemenangan ini mengakhiri pemberontakan Berber. Hisyam juga menghadapi pemberontakan oleh cucu Husain bin Ali, Zaid bin Ali, namun pasukan Zaid berhasil dikalahkan.
Walaupun Hisyam sukses, Bani Abbasiyah terus memperoleh kekuatan, membangun basis kekuatan di Khurasan dan Irak. Namun mereka belum membuktikan cukup kuat untuk membuat gerakan.
Setelah meninggal, ia digantikan keponakannya Walid II.
![]() |
Artikel mengenai biografi tokoh Islam ini adalah suatu tulisan rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia mengembangkannya. |