Pembicaraan:Keris Pusaka Setan Kober
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Di artikel ini dikatakan bahwa Sutawijaya terkesan oleh Arya Penangsang. Tapi setahu saya, Sutawijaya tidaklah terkesan dengan tindakan Arya Penangsang. Justru sebaliknya, tindakan Arya Penangsang yang akhirnya malah menewaskan dirinya sendiri itu dianggap kesalahan yang amat besar karena terlalu terbawa oleh amarahnya sendiri. Dan karenanya, Sutawijaya mengingatkan turunannya agar tidak terbawa oleh rasa amarah, tidak bersikap adigung-adiguna,dsb, dengan menaruh bunga pada busananya. BeHa 08:44, 5 April 2006 (UTC)
Saya men-sarikan hal tersebut dari sumbernya , ensiklopedia budaya nasional, Bambang Harsrinuksmo halaman 150. Tetapi sumber lain juga mengatakan " sebagaimana yang anda sampaikan" termasuk disampaikan hal lain bahwa menurut "perhitungan neptu dino - perhitungan hari baik dan buruk menurut kalender jawa" menyebutkan bahwa hari pertempuran itu memang dipilih oleh Sutawijaya untuk menantang Arya Penangsang ,dan hal tersebut disampaikan pula oleh penasihat spiritual Arya Penangsang " jangan menerima tantangan Sutawijaya" . Tetapi Arya Penangsang tetap berangkat bertempur " lebih baik mati secara ke satria daripada hidup sebagai pengecut" , dan berdasarkan keadaan tersebutlah Sutawijaya mengetahui kondisi musuh yang ditewaskannya ,dan mungkin termasuk rasa simpati nya kepada Arya Penangsang ? . Terhadap pemasangan ronce melati sebagai penggambaran simbol penghormatan ataupun peringatan terhadap nafsu angkara murka , silahkan dibahas lebih lanjut "mana yang mau digunakan" , karena tidak bisa dipastikan mana yang benar ? mengingat cerita ini merupakan " cerita rakyat" tergantung versi mana yang menyampaikan, kita mencari jalan tengah yang terbaik tanpa berniat untuk mengaburkan " inti kesatrian-nya", terima kasih atas segenap perhatiannya.Sutan Tan 07:31, 5 April 2006 (UTC)