Anthony Hopkins
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Anthony Hopkins | |
Tanggal lahir: | 31 Desember 1937 |
Lahir di: | Margam, Port Talbot, West Glamorgan, Wales, Britania Raya |
---|---|
Tinggi: | 174 cm |
Nama lahir: | Philip Anthony Hopkins |
Peran-peran penting: | Dr. Frederick Treves dalam The Elephant Man Hannibal Lecter dalam The Silence of the Lambs Stevens dalam The Remains of the Day John Quincy Adams dalam Amistad |
Sir Anthony Hopkins, CBE (hɒpkɪnz) (lahir pada 31 Desember 1937) adalah aktor film, teater dan televisi Wales pemenang Academy Award dan Emmy Award.
Daftar isi |
[sunting] Latar belakang
Ia dilahirkan dengan nama Philip Anthony Hopkins di Margam, dekat Port Talbot, Wales. Orangtuanya adalah Richard Arthur Hopkins dan Muriel Yeats, seorang sanak keluarga jauh dari penyair William Butler Yeats.
Ketika di sekolah, Hopkins tidak produktif. Ia seorang penyendiri yang menderita disleksia, dan karena itu ia lebih suka tenggelam dalam seni, seperti melukis dan menggambar atau bermain piano daripada memperhatikan studinya. Pada 1949, untuk menanamkan disiplin dalam dirinya, orangtuanya memaksa agar ia masuk ke asrama sekolah West Monmouth di Pontypool. Ia tinggal di sana selama lima triwulan. Hopkins sendiri tidak mempunyai kenangan indah di sana. Kemudian ia belajar di Cowbridge Grammar School.
Hopkins dipengaruhi dan didorong untuk menjadi seorang aktor oleh rekannya aktor sesama orang Wales, Richard Burton, yang dijumpainya sebentar pada usia 15 tahun. Untuk maksud itu, ia mendaftarkan diri di Sekolah Tinggi Musik dan Drama di Cardiff, dan lulus dari situ pada 1957. Setelah bertugas selama dua tahun di dinas ketentaraan, ia pindah ke London dan belajar di RADA, atas anjuran Roy Marsden.
Pada 1965, setelah beberapa tahun berpentas dan mempertajam kecakapannya dalam repertory, ia ditemukan oleh Laurence Olivier, yang mengundangnya untuk bergabung dengan Teater nasional. Hopkins mendapatkan kesempatan untuk magang (understudy) di bawah Olivier , dan memperoleh kesempatan untuk tampil cemerlang ketika aktor itu sakit usus buntu semasa produksi lakon August Strindberg The Dance of Death.
Olivier belakangan mencatat dalam memoarnya, Confessions of an Actor ("Pengakuan Seorang Aktor"):
"Seorang aktor yang baru dan masih muda di tengah-tengah kumpulan aktor terkemuka yang bernama Anthony Hopkins sedang magang bersama saya dan kemudian berlalu dengan peranan Edgar bagaikan kucing yang menggondol tikus di antara giginya." [1]
Meskipun ia berhasil di Teater Nasional, Hopkins bosan mengulang-ulang peranan yang sama setiap malam dan sangat berharap untuk tampil di dalam film. Pada 1968, ia memperoleh kesempatan tampil dalam The Lion in Winter sebagai Richard I. Meskipun ia tetap di teater (yang paling menonjol dalam produksi Broadway karya Peter Shaffer Equus), ia pelan-pelan beralih meninggalkannya dan semakin mapan sebagai bintang televisi dan film. Sejak itu ia menikmati karier yang panjang, memperoleh banyak pujian untuk penampilannya.
Ia mendapat bintang Commander of the British Empire (CBE) pada 1987, dan Knight Bachelor pada 1993. Pada 1996 Hopkins memperoleh fellowship kehormatan dari Universitas Wales, Lampeter.
Kini, Hopkins juga membaktikan waktunya untuk mendukung mendukung berbagai kelompok filantrops. Ia menjadi tamu Kehormatan dalam sebuah Malam Pengumpulan Dana untuk Women in Recovery, Inc., sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Venice, California, yang menawarkan bantuan rehabilitasi untuk kaum perempuan yang berusaha melepaskan diri dari ketergantungan narkoba. Ia juga menjadi guru relawan di Sekolah Akting Ruskins di Santa Monica, California, tempat tinggalnya.
Ia pernah menawarkan dukungannya ke berbagai badan malam dan pengumpulan dana, dan yang menonjol adalah menjadi Presiden dari pengumpulan dana Snowdonia dari National Trust, untuk melestarikan Taman Nasional Snowdonia dan membantu usaha-usaha Yayasan itu untuk membeli bagian-bagian dari Snowdon. Sebuah buku untuk memperingati usaha ini, Anthony Hopkins' Snowdonia, diterbitkan bersama-sama dengan Graham Nobles.
Pada 2006, Hopkins mendapatkan penghargaan Golden Globe Cecil B. DeMille Award untuk keberhasilannya seumur hidup.
Hopkins telah tiga kali menikah. Kedua istrinya yang terdahulu adalah Petronella Barker (1967–1972) dan Jennifer Lynton (1973–2003). Istrinya yang sekarang adalah Stella Arroyave, kelahiran Kolombia. Ia mempunyai seorang anak perempuan, Abigail Hopkins (lahir 1968), dari pernikahannya yang pertama. Abigail adalah seorang aktris dan penyanyi.
Kini Hopkins menetap di Amerika Serikat. Ia pernah pindah ke sana sekali pada athun 1970-an demi karier filmnya, namun kembali ke Britania pada akhir tahun 1980-an, karena percaya bahwa ia telah mencapai semua yang dapat dicapainya di Hollywood. Namun, ia memutuskan kembali ke AS setelah suksesnya pada 1990-an. Ia menjadi warga negara AS melalui proses naturalisasi pada 12 April 2000. Ia merayakan keberhasilannya ini dengan perjalanan sejauh 3000 mil (4828 km) melintasi AS. Sebagai pemegang dwi-kewarganegaraan, meskipun mulanya muncul kontroversi, ia tetap mempertahankan gelar kebangsawanannya dan menggunakan gelar 'Sir' di Britania.[2] Ia tidak pernah menggunakannya di AS dan ketika ia mengambil sumpah sebagai warga negara Amerika, ia berjanji untuk "melepaskan gelar kebangsawanan yang hingga kini saya miliki." Hopkins juga menyatakan bahwa ia hanya menerima gelar tersebut untuk membuat istrinya bahagia.[3] Di tanah kelahirannya, Wales, muncul kekecewaan dan kemarahan ketika ia mengambil warga negara Amerika. Sesuai dengan gelar kebangsawanan Britania di dunia teater, gelar ini tidak disebutkan untuk kredit profesional.
Hopkins mengakui dirinya bekas pecandu minuman keras; ia telah bebas sejak 1975.
[sunting] Gaya aktingnya
Hopkins terkenal untuk persiapannya yang matang untuk peran-perannya. Ia mengakui dalam berbagai wawancara bahwa sekali ia membuat komitmen untuk sebuah proyek, ia akan mengulang-ulang baris-barisnya sebanyak mungkin (kadang-kadang hingga 200 kali) hingga kata-kata itu begitu tertanam dalam ingatannya sehingga ia dapat "melakukannya tanpa berpikir." Ini menyebabkan gaya penyampaiannya yang sangat alamiah, yang memperlihatkan betapa banyaknya persiapan yang telah dilakukannya sebelumnya. Sementara di satu pihak hal itu memungkinkannya melakukan improvisasi yang hati-hati, ia pun sering mengalami konflik dengan begerapa sutradara yang kadang-kadang keluar dari naskah, atau menuntut apa yang dianggapnya pengambilan gambar yang terlalu berlebihan.
Richard Attenborough, yang pernah menyutradarai Hopkins lima kali, pernah berkepanjangan dalam pengambilan gambar untuk Shadowlands (1993) untuk mengakomodasi pendekatan-pendekatan yang berbeda dari kedua bintangya (Hopkins dan Debra Winger), yang banyak kali muncul bersama dalam suatu adegan. Sementara Hopkins lebih suka mengulangi sesedikit mungkin, karena ia lebih senang akan spontanitas dari pengambilan gambar 'baru', Winger justru sebaliknya. Ia terus-menerus mengulang, tetapi hal itu tampaknya tidak mempengaruhi penampilannya. Untuk memungkinkan hal ini, Attenborough menggantikan Hopkins pada saat-saat latihan bersama Winger, dan baru menampilkan Hopkins pada kesempatan terakhir sebelum pengambilan gambar.
Attenborough banyak menghujani pujian bagi Hopkins:
"Tony mempunyai kemampuan luar biasa untuk membuat kita pecaaya bahwa ketika kita mendengarnya, maka itu adalah kali pertama ia pernah mengatakan baris kata-kata itu. Ini sudah karunia yang sangat menakjubkan." [4]
Selain itu, Hopkins adalah peniru yang sangat berbakat. Ia sanggup mengubah aksen aslinya sebagai orang Wales menjadi apa saja sesuai tuntutan perannya. Ia meniru suara mentornya almarhum, Laurence Olivier, untuk adegan tambahan dalam Spartacus dalam restorasinya pada 1991. Wawancaranya pada peluncuran kembali acara obrolan TV Britania tahun 1998, Parkinson menampilkan peniruan komedian Tommy Cooper yang menghibur.
[sunting] Filmografi pilihan
|
|
Hopkins juga menjadi unggulan Oscar dalam film The Remains of the Day (1993), ceritanya diambil dari novel karya Kazuo Ishiguro. Di film Nixon (1995) dan Amistad (1997). Ia memenangkan BAFTA Award for Best Actor untuk The Silence of the Lambs dan The Remains of the Day. Tahun (1994), ia menerima unggulan kedua untuk kategori yang sama dalam film Shadowlands.
Ia banyak memerankan karakter fiksi dan bersejarah, di antaranya: John Quincy Adams (Amistad, 1997), William Bligh (The Bounty, 1984), Charles Dickens (The Great Inimitable Mr Dickens, 1970), John Frost (A Bridge Too Far, 1977), Bruno Hauptmann (The Lindbergh Kidnapping Case, 1976), Abraham Van Helsing (Bram Stoker's Dracula, 1992), Adolf Hitler (The Bunker, 1981), C.S. Lewis, (Shadowlands, 1993), David Lloyd George (Young Winston, 1972), Frederick Treves (The Elephant Man, 1980), Richard Nixon (Nixon, 1995), Othello (Othello, 1981), Pablo Picasso (Surviving Picasso, 1996), Quasimodo (The Hunchback of Notre Dame, 1982), Yitzak Rabin (Victory at Entebbe, 1976), Richard Lionheart (The Lion in Winter, 1968), Titus Andronicus (Titus, 1999), and Zorro (The Mask of Zorro, 1998).
Ia memenangkan Emmy Award untuk perannya di The Lindbergh Kidnapping Case dan The Bunker.
[sunting] Pranala luar
Pendahulu: Jeremy Irons untuk Reversal of Fortune |
Aktor Terbaik (Oscar) 1991 untuk The Silence of the Lambs |
Pengganti: Al Pacino untuk Scent of a Woman |