Tanduk Kalua, Mamasa
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia |
Sebelum Mamasa dimekarkan jadi Kabupaten, Kecamatan Tanduk Kalua hanya sebuah desa yang dikenal dengan nama Desa Malabo. Jaraknya sekitar 16 km arah uatara kota Mamasa. Nama Tanduk kalua yang sekarang menjadi nama kecamatan, adalah julukan dalam sejarah Kondososapata, semasa perlawanan dengan penjajah. Oarng-orang di tanduk kalua, terkenal sangat berani dalam pertempuran, sehingga dijuluki, Tanduk Kalua Palasa Maroson. Ini bermakna wilayah pemberani, tanduk kalua, menggambarkan tanduk kerbau yang lebar, sedangkan palasa maroson, artinya otot leher kerbau yang kelihatan kokoh dan kuat. Biasanya seekor kerbau jantan yang tanduknya lebar dan otot leher yang kuat, menggambarkan simbol keberanian yang tak terkalahkan. Oleh sebab itu, sebelum ada pemerintahan Kecamatan Tanduk kalua, merupakan wilayah yang dihuni para Panglima perang. Untuk itu, Kecamatan Tanduk Kalua, dalam pembagian tugas zaman dahulu, disebut Tanduk Kaluak Palasa Marosonna Kondosapata. Wilayah para panglima perang KOndosapata. Pejabat Kepala Kecamatan di Tanduk Kalua yang kedua, dipimpin oleh seorang wanita, Hermin Lululangi SH, yang nota bene adalah putra daerah asli Tanduk Kalua. Ayahnya bernama Moses Lululangi, lahir di Balambang, satu kilimeter dari kantor kecamatan Tanduk Kalua. Wilayah Kecamatan Tanduk Kalua, terdiri dari Minake, Pambe, Rante Lasa, Matuyu, Limbong Tallu, Balambang, Tanete Barana, Orong, Balabatu, Salu Rano, Tamalanti, Malapana, Sindaga Manik Dama-Dama. Saat ini juga Pemerintah Kabupaten Mamasa, telah menempatkan Rumah sakit Umum di Kelurahan MInake, ibu kota Kecamatan Tanduk kalua. Beberapa putra daerah dari tanduk Kalua yang memegang jabatan penting di Mamasa, diantaranya tiga orang anggota DPRD Mamasa, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, dan sejumlah jabatan struktural dan fungsional di Kabupaten Mamasa.